Pages

MFIF_all

Minggu, 13 Februari 2011

Istilah Photografi

  • Shutter speed --> Tenggang waktu dari saat shutter terbuka untuk membiarkan sinar masuk ke dalam camera (sensor). Semakin lama shutter terbuka (co. 1/30 sec.), lebih banyak sinar yang masuk; semakin pendek waktu shutter terbuka (co. 1/1,000 sec.), semakin berkurang sinar yang masuk. Snapshots dan action photography biasanya membutuhkan fast shutter speed untuk menangkap action dengan tajam; sedangkan untuk landscapes biasanya memakai aperture yang kecil untuk mendapatkan DOF yang maksimum, oleh karena itu membutuhkan shutter speed yang lebih lama agar gambar yang dihasilkan memiliki exposure yang benar.

  • Exposure time --> Ini saya harus check dulu, mungkin ada yang bisa membantu?
  • ISO --> berhubungan dengan pencahayaan/gelap terang......
  • Focus number --> Saya kurang jelas, tapi mungkin jawaban-nya adalah : Angka yang menunjukan jarak antara titik focus dengan object untuk mendapatkan gambar yang tajam
  • White balance --> tuk mengatur kecerahan gambar
  • Focal length --> Jarak antara film/sensor dan optical center dari lensa ketika fokus lensa berada di titik infinity. Di 35mm-format cameras, lensa dengan focal length 50mm disebut standard lens. Dibawah 35mm disebut wide angle lens, dan lebih dari 85mm disebut telephoto lens. Jikalau lenssa yang bisa dirubah focal lengthnya disebut zoom lens.
  • Aperture value --> Camera disetup untuk menyesuaikan setting yan lain untuk mendapatkan exposure yang tepat di aperture yang berbeda sesuai keinginan fotographer.

 APS: Advanced Photo System
 DIL : Drop in Loading
 CID : Cartridge Identification number
 FID : Film strip Identification number
 USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
 Kristal sigma : Butir-butir perak halida
 AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
 AFD : Auto Focus Distance Information
 DIR : Development Inhibitor Releaser
 SPD : Silicon Photo Diode
 LCD : Liquid Crystal Display
 LED : Light Emitting Diode, lampu
 ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
 ISO : International Standart Organization
 ASA : American Standart Association
 DIN : Deutsche Industry Norm
 NiMH : Nikel Metal Hydride
 NiCd : Nikel Cadmium
 DRAM : Data Random Acces Memory
 RISC : Reduce Intruction Set Computer
 CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
 CPL : Circular Polarizing
 USM : Ultrasonic motor
 ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
 SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
 TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
 Lens Mount : Dudukan lensa
 MF : Manual Fokus
 AF : Auto Fokus
 Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
 DOF : Depth of Field;ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, beragntung pada: difragma, panjang lensa dan jarak objek
 GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
 AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
 EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
 Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
 Aperture : Diafragma
 Lens Hood : Tudung lensa
 Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
 Shutter : Rana
 Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
 Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
 Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt
 Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot
 Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
 Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
 Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
 View finder : Jendela bidik
 Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
 Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
 Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
 Focusing screen : Layar focus
 Bracheting : Pengambilan gambar yang sama menggunakan pengukuran pencahayaan yang berbeda
 Flash Sync : Sinkron kilat, kecepatan maksimum agar body dan flash masih bekerja harmonis
 TTL: Through The Lens, Sistem pengukuran pencahayaan melalui lensa
 Remote Flash : Melepaskan lampu kilat dari badan kameranya dan meletakkannya si duatu tempat untuk mendapatkan efek foto yang diinginkan
 Bounce : Cahaya lampu kilat yang di pantulkan ke langit-langit atau bidang lain sehingga cahaya menerangi objek secara merata
 Slave unit : (Lampu kilat + mata listrik/elctric eye); adalah alat abntu yang sanggup menyalakan lampu kilat bila mata itu menerima sinar dari lampu kilat lain
 Wireless TTL : Sistem pengukuran TTL tanpa melalui kabel
 Multiple exposure : Fasilitas pemotretan berulang pada fram eyang sama
 Pupup Flash : Blitz kecil, terbuat menyatu dengan body
 Stop : Satuan pencahayaan, 1 stop sama dengan 1 EV
 Red Eye Reduction : fasilitas untuk mengurangi efek mata merah yang biasa terjadi pada pemotretan menggunakan blitz pada malam hari
 PC terminal : Terminal untuk blitz di luar hot shoe
 Hot shoe : Kaki blitz
 Mirror Lock up : Pengunci cermin, agar getaran dapat dikurangi pada saat rana bergerak
 Shiftable program : Pada mode program, exposure setting dapat diubah secara otomatis dalam EV yang sama, misalnya dari 1/125 menjadi 1/250 detik, f 5.6 dmenjadi f 11
 Second Curtain Sync : Fasilitas untuk menyalakan blitz sesaat sebelum rana menutup
 Shutter release : Pelepas rana
 Self Timer : Alat penangguh waktu pada kamera
 Vertical Grip : Alat pelepas rana utnuk pengambilan secra vertical tanpa harus memutar tangan
 Data Imprint : Fasilitas pencetakan data tanggal pada film
Reloadable to last frame: fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah ke posisi terakhir yang terpakai
 Fill In flash : Blitz pengisi, dalam kondisi tidak memerlukan blitz, blitz tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap seperti bayangan
 Intervalometer : Fasilitas epmotretan otomatis dalam jarak waktu yang tertentu
 Multispot : Pengukuran pencahayaan dari beberapa titik
 Back : Sisi belakang kamera, berfungis pula sebagai penutup film
 Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk pergantian lensa
 Bulk film : Film kapasitas 250 exposure
 Wide lens : lensa lebar, mempunya jarak titik bakar yang pendek, lebih pendek dari 50,,, biasanya:
· 16-22mm (lensa lebar super)
· 24-35mm (lensa lebar medium
· 6-15mm (lensa mata ikan)
 Push : Meningkatkan kepekaan film dalam pemotretan, missal dari ISO 100-200/lebih
 Pull : kebalikan dari Push
 Main light : Cahaya pengisi/tambahan
 Foto wedding : Potraiture berpasangan (menciptakan rekaman gambar yang romantisme, baik dari posenya maupun dari suasananya
Foto wedding terbagi 2 yaitu:
· Neo Classic Potraiture, ialah bentuk visual foto berpasangan yang beraura romantis
· Classic wedding, ialah bentuk foto berpasangan yang harus menjadi kenangan
 Blouwer : Kipas angin yang digunakan pada pemotretan model untuk menghasilkan efek angin
 Reverse ring : digunakan untuk memasang lensa yang di balik, untuk membuat lensa makro alternatif agar cahaya yang masuk tidak bocor
 Golden section : Potongan kencana; Hukum komposisi yang mengatakan bahwa keselarasan akan tercapai kalau suatu bidang adalah kesatuan dari 2 bidang yang saling berhubungan
 Komposisi : susunan garis, bidang, nada, kontras dan tekstur dalam suatu format tertentu
 Siluet : Teknik pencahayaan untuk menampilkan bentuk objek tanpa menunjukkan detilnya
 Framing : Pembingkaian objek untuk memberi kesan mendalam/ dimensi objek foto
 Panning : Teknik pengambilan gambar dengan kesan gerak (berubahnya latar belakang menjaid garis-garis sementara objek utama terekam jelas
 Sandwich : Teknik menggabungkan foto
 Cross process : Proses silang, biasanya di lakukan pada film positiv (E6) ke film negatif (C 41), sehingga menimbulkan warna- warna baru pada foto